Sistem Informasi Psikologi

SISTEM

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) yang berarti suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. 

Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

Pengertian Sistem Menurut Para Ahli
  • Menurut Davis, G.B, sistem secara fisik adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperasi bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.
  • Menurut Lani Sidharta, sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
  • Menurut Jerry Futz Gerald, sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
  • Menurut Indrajit, sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
  • Menurut Jogianto, sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Elemen Sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
  1. Tujuan : Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentusaja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
  2. Masukan : Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
  3. Proses : Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
  4. Keluaran : Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
  5. Batas : Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.
  6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik : Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
  7. Lingkungan : Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.

INFORMASI

Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno 'informacion' (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin 'informationem' yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Pengertian Informasi Menurut Para Ahli
  • Menurut Kenneth C. Laudon, informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia
  • Menurut Anton M. Moeliono, informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga merupakan keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan
  • Menurut Robert G. Murdick,  informasi terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah atau diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan atau penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuatan keputusan
  • Menurut Kusrini,  informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ni atau mendukung sumber informasi
  • Menurut Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
  • Menurut Jeremy Pope, informasi adalah kekuasaan. Semakin banyak orang memiliki informasi, pembagian kekuasaan akan semakin luas

PSIKOLOGI

Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

Sejarah Psikologi

Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Konsep psikologi dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu filosofi yang diprakarsai sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu tiap - tiap makhluk hidup mempunyai jiwa. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.

Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli
  • Menurut Sigmud Freud, psikologi adalah ilmu tentang ketidaksadaran
  • Menurut Branca & Sartain, psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku
  • Menurut Crow & Crow, psikologi adalah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan sekitarnya, baik berupa manusia lain maupun bukan manusia : hewan, iklim, kebudayaan dan sebagainya
  • Menurut Sartain, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup terutama tingkah laku manusia
  • Menurut Richard Mayer, psikologi merupakan analisi proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia

Aliran Dalam Psikologi
Dalam buku Psikologi Umum I (1996) dijelaskan beberapa aliran dalam psikologi yaitu :
  • Strukturalisme : Tokoh dalam aliran strukturalismeadalah William Wudth. Tujuan dari aliran strukturalis adalah untuk menemukan unit-unit atau elemen-elemen yang membangun pikiran.
  • Psikologi Gestalt : Tokoh dalam aliran gestalt adalah Max Wertheimer (1880-1943) dan Kurt Koffka (1886-1994). Keduanya merasa bahwa strukturalis terlalu kuat dalam memikirkan tentang mind (pikiran) yang dibangun dati dasar-dasar yang sederhana. Gestalt berasalah dari bahasa Jerman yang berarti 'bentuk' atau 'konfigurasi' dan ahli psikologi menyebutkan bahwa pikiran adalah pola menyeluruh dari aktivitas sensori, hubungannya dan pengorganisasian dalam pola tersebut.
  • Fungsionalisme : Tokoh aliran fungsionalisme adalah John Dewey (1873-1954), James R. Angell (1869-1949) dan Harvey Carr (1873-1954). Mereka berpendapat bahwa psikologi seharusnya mempelajari "apa yang dilakukan pikiran dan perilaku". Kenyataan bahwa pikiran dan perilaku itu adaptive, yang berarti individual dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah.
  • Behaviorisme : Tokoh dalam aliran behaviorisme adalag John B. Watson (1879-1958). Aliran behaviorisme menekankan pada respon-respon yang dikondisikan serta menekankan pada perilaku yang dipelajari dibandingkan dengan perilaku yang tidak dipelajari.
  • Psikoanalisis : Tokoh dalam aliran psikoanalisis adalah Sigmud Freud (1856-1938). Aliran ini mengatakan bahwa sebagian apa yang kita lakukan dan pikirkan merupakan hasil dari keinginan atau dorongan yang alam tidak sadar (unconscious).

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Sistem informasi psikologi adalah kumpulan-kumpulan dari informasi yang berhubungan dengan psikologi yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan. Salah satu contohnya adalah penggunaan terknologi komputer dalam bidang psikologi. Penggunaan komputer dapat membantu psikologi salah satunya dalam hal penggunaan software untuk alat tes psikologi. Misalnya dalam tes penempatan karyawan hasil-hasil tes para calon karyawan dianalisa dengan menggunakan komputer untuk mendapatkan hasilnya.

Sumber :
Riyanti, Dwi. B.P, Hendro Prabowo & Ira Puspitawati. (1996). Psikologi umum I. Jakarta: Universitas Gunadarma

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERKEMBANGAN MUSIK DARI ZAMAN KE ZAMAN

Psikologi Lintas Budaya